Tentang Karbit
Kalsium Karbida

Kalsium karbida atau bahasa umumnya karbit dihasilkan dalam suatu tanur listrik berdasarkan reaksi kimia :

CaO + 3C → CaC2 + CO - 108000 kalori

yang merupakan reaksi bolak-balik dan membutuhkan panas (endhothermis). Bahan baku yang digunakan adalah CaO (Kapur Bakar) dan bahan-bahan karbonisasi (hard coke, anthracite coal, petrolium coke, charcoal). Dengan sifat kimia dan perbandingan tertentu akan dihasilkan kalsium karbida (CaC2) yang bermutu tinggi.

Kapur bakar dihasilkan dari batu kapur dengan ukuran tertentu (30-60mm) didalam dapur pembakaran vertikal yang berkapasitas 80 ton/hari, melalui pembakaran langsung yang menggunakan bahan bakar gas alam Kapur bakar yang baru diproses dikirim melalui ban berjalan menuju 2 buah tangki penampungan kapur bakar, setelah melalui penyaringan untuk memisahkan batu kapur yang kecil (kurang dari 6mm). Sebagian bahan karbonasi digunakan hard coke dengan ukuran 5-25mm. Coke juga dikirimkan melalui ban berjalan kedalam 2 tangki penampung coke yang berkapasitas 45m3. Setelah penimbangan, kapur bakar dan coke yang telah dicampur jadi satu dikirim dari tangku penampungan harian (day bin) ke tanur listrik (tanur pembakaran). Kemudian bahan campuran ini dimasukkan ke tanur listrik sesuai dengan kebutuhan melalui corong pengisian. Campuran kapur bakar dan coke dilebur dalam tanur listrik pada temperatur tinggi, yakni 2.000 - 2.100oC menjadi bentuk cairan kalsium karbida.

Tanur listrik ini dilengkapi dengan 3 buah lubang pengetapan. Lelehan karbit disadap dari lubang pengetapan setiap 1 jam sekali secara berurutan. Karbit panas ditampung dalam lori yang berkapasitas 1.300 kg. Setelah didinginkan selama 16 jam, kemudian bongkahan karbit ini dipecah-pecah dan dikemas dalam drum baja berukuran 0-2, 2-4, 4-30 dan 30-80 mm


Proses pembuatan drum untuk karbit


Karbit MDQ dari PT Emdeki Utama Tbk dikemas dalam drum baja yang berkapasitas 100 kg (netto), yang dirancang agar dapat disegel secara efisien dan mampu disimpan dalam jangka waktu yang lama. Untuk menjamin ketepatan waktu dalam pengiriman karbit kepada pembeli, maka pabrik kami dilengkapi dengan mesin pembuat drum yang berkecepatan tinggi dan mampu menghasilkan 800 drum/hari. Rancangan dan ukuran drum disesuaikan dengan menggunakan standar ukur Jepang. Untuk keperluan ekspor, drum MDQ telah berstandar internasional (United Nation's standards for dangerous cargo packing) untuk kemasan barang berbahaya.


Power Supply

Untuk menunjang kegiatan produksi karbit, diperlukan listrik dengan kekuatan yang sangat tinggi. Dalam rangka ini, PT Emdeki Utama Tbk mengkonsumsi lebih dari 100 juta kwH listrik per tahun yang di-supply langsung oleh PLN dengan daya 17,5 MVA (15,5 MW).


Proses pembuatan drum untuk karbit


Selain itu, PT Emdeki Utama Tbk juga memiliki Combined Cycle Power Plan (CCPP) dengan kapasitas 16,5 MW yang menggunakan teknologi canggih menggunakan gas alam lewat pipa langsung dari sumbernya. CCPP ini didesain dan dibangun oleh Siemens. Dengan adanya kecukupan tenaga listrik tersebut, kegiatan produksi dapat berlangsung terus menerus tanpa berhenti sehingga menjamin ketersediaan karbit bagi konsumen.